Minggu, 08 Juli 2018

Cara membedakan website yang user friendly dan tidak


Ini adalah cara membedakan website yang baik atau user friendly dan yang buruk
Berikut adalah ciri-ciri dari web yang user friendly
1. Website yang Responsive
Sekarang ini banyak orang yang mencari informasi melalui menggunakan perangkat yang mereka miliki seperti smartphone, tablet, maupun komputer. Oleh karena itu, kalian pun harus memastikan apakah website kalian sudah responsive? agar para pengunjung bisa membuka website kalian di semua layar device dengan begitu mereka tidak perlu di zoom saat mengunjungi website kalian.
2. Memiliki Struktur Informasi yang jelas
Website yang friendly harus memuat informasi yang jelas, jangan lupa untuk mengatur informasi-informasi blog atau website kalian sebaik mungkin. Buat agar pengunjung mudah menemukan blog yang sedang mereka cari, jangan lupa memberikan fitur “search”
3. Loading yang Cepat
Salah satu ciri – ciri lainnya yaitu memiliki loading yang cepat. Website yang cepat akan semakin disukai oleh pengunjung. Biasanya mereka tidak mau menunggu website yang loadingnya lama yang akhirnya mereka memutuskan untuk memilih website yang lain.
4. Konten Website yang Berkualitas
Pengunjung lebih senang dengan konten yang menarik dan bermanfaat. Untuk melengkapi konten di website kalian sebaiknya lengkapi dengan gambar, tabel, grafik atau video.
5. Teks Mudah Untuk Dibaca
Ketika membuat blog atau website kalian harus memperhatikan tulisan pada halaman website kalian. Jika tulisan di website sulit untuk dibaca, segeralah untuk perbaiki tulisan tersebut. Perhatikan untuk jarak setiap tulisan, ukuran font yang digunakan, perpaduan warna yang tidak tepat dll. karena ini pun merupakan ciri-ciri website yang user friendly.
Dan ini contoh website yang baik

                                                                www.hienzo.com
                                           
ketika saya membuka web ini, saya di suguhkan dengan tampilan yang sederhana, mudah dipahami, yang paling penting responsive atau tidal lemot dan tidak banyak iklan juga, yaa intinya website ini mudah digunakan.


Berikut adalah website yang buruk/ tidak user friendly

1. Desain Secara Umum

v  Loading Page yang memakan waktu lama.
v  Halaman pertama (beranda/home) tidak pas dalam browser standar, yaitu 800 x 600 pixel.
v  Frame yang harus digeser (scroll) menyamping.
v  Tidak ada fokus tema atau terlalu banyak fokus tema dalam satu halaman tersebut.
v  Pemilihan warna yang tidak cocok antara satu sama lain.
v  Peletakkan teks, paragraf, gambar dan sebagainya berantakan.
v  Halaman tampak bagus ketika dibuka di satu browser, tapi berantakan jika dibuka di browser lain.
v  Tombol navigasi menjadi satu-satunya daya tarik.

2. Desain Background (Latar Belakang)

v  Kombinasi antara teks dan background yang membuat tulisan jadi sulit dibaca.
v  Background terlalu ramai, misalnya menggunakan gambar format .gif animasi sehingga membuat tulisan tidak jelas.
v  Pemilihan warna yang terlalu standar, atau terlalu banyak warna yang bertabrakan sehingga menyakitkan mata.

3. Penggunaan Teks

v  Jenis font yang digunakan sulit dibaca.
v  Menggunakan font dengan size yang terlalu kecil ataupun terlalu besar.
v  Teks terlalu panjang dan menembus batas kanan halaman.
v  Seluruh paragraf ditulis dengan huruf BESAR, cetak tebal, ataupun cetak miring.
v  Menggunakan garis bawah pada teks yang bukan link, sehingga akan membingungkan pengunjung.

4. Pemberian Link

v  Link yang tidak berubah warna atau tidak bergaris bawah ketika ditunjuk.
v  Link yang ketika di klik akan membuka web browser baru, muncul iklan, atau hal-hal tidak jelas lainnya.
v  Link yang menghubungankan pengunjung ke halaman yang tidak sesuai atau tanpa tujuan (broken link).

5. Pemuatan Gambar

v  Gambar yang dimuat terlalu besar, sehingga memperlambat loading page.
v  Gambar yang digunakan tidak ada hubungannya dengan tema situs atau postingan blog.
v  Ukuran gambar thumbnail yang digunakan sama besar dengan gambar aslinya.
v  Gambar yang hilang atau rusak (muncul tanda x kecil berwarna merah).

6. Pemuatan Tabel

      v  Tabel yang digunakan tidak menggunakan border.
      v  Border yang digunakan terlalu tebal.

7. Menggunakan Objek Blinking (Berkedip) dan Animasi

v  Menggunakan animasi yang tidak berhenti.
v  Menggunakan objek yang mengikuti kemanapun kursor bergerak.
v  Menggunakan segala jenis objek berkedip, khususnya teks.

8. Sampah (Junk)

v  Memuat iklan yang tidak penting, terutama iklan yang mengandung nilai pornografi atau kekerasan.
v  Memuat widget yang tidak terlalu penting, sehingga hanya memperlambat loading page.
v  Pengunjung harus melakukan scroll kiri-kanan.
  
               Berikut adalah contoh tampilan website yang kurang baik
 Dan ini contoh website yang buruk

                                                Bioskop45.com

Website ini sangat tidak nyaman untuk digunakan, karena banyak iklan dan ads tidak jelas didalam web tersebut, dan bisa menyebabkan laptop atau komputer kita terkena virus.

Mungkin itu saja yang dapat saya bahas kurang lebihnya mohon maaf.
Assalamualaikum J

Sabtu, 21 April 2018

Cara mengisi ulang THB via vending machine

Tata Cara Isi Ulang THB 
  • Pilih bahasa yang anda mau, bisa bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
  • Letakkan THB di tempat yang telah tersedia
  • Tekan tombol Top up
  • Pilih nama stasiun tujuan anda di peta rute KRL dan tekan proses
  • Tekan ya untuk melanjutkan transaksi atau tidak untuk membatalkan transaksi
  • Masukkan uang untuk sesuai jumlah yang harus dibayarkan
  • Jangan lupa ambil kartunya dan uang kembaliannya (jika ada)
  • Jika terjadi kegagalan transaksi, akan ada bukti transaksi yang keluar secara otomatis. Bawa bukti transaksi tersebut ke loket untuk mengajukan klaim
dibawah ini adalah video singkat bagaimana cara mengisi ulang THB :



                                                 link : https://youtu.be/19rQwkAEQmI

video dibuat oleh :

-Nada Bantara
-Wa Suratmi Ode
-Rifki

3KB04

Sabtu, 06 Januari 2018

DISASTER RECOVERY PLAN TERHADAP BANK

PROPOSAL
MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO
DISASTER RECOVERY PROJECK








Disusun oleh :
RIFKI
3KB04
25115960

Kelompok:
NADA BANTARA
RIFKI
WA SURATMI ODE

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Jurusan Sistem Komputer
Universitas Gunadarma

2018

BAB I
PENDAHULUAN

“Disaster Recovery Plan terhadap Bank Syariah”
         A.  Latar Belakang
Keberhasilan suatu organisasi, ditentukan oleh kemampuan pimpinan organisasi itu menetapkan strategi yang tepat dalam menjalankan organisasinya dan memanfaatkan lingkungan, daengan memilih pengorganisasian sumber daya interna yang tepat. Ketetapan strategi yang ditetapkan pimpinan suatu organisasi, didasarkan pada pemikiran strategi yang dimilikinya dengan pengalaman pembelajarannya dalam suatu lingkungan yang terus berubah. Proses yang dilakukan oleh ahli strategi tersebut, digunakan sebagai pemikiran strategi formal untuk panduan dalam menetapkan keputusan manajemen. Pola pemikiran seperti itulah yang dikembangankan dalam manajemen strategi.[1]
Oleh karena itu adanya manajemen resiko sangat penting dalam suatu perbankan terutama dalam aspek Bank Syariah. Pengertian resiko bukan suatu ketidakpastian, namun sesuatu yangmemang akan terjadi atau dapat diperkirakan terjadi sebagai akibat suatu kegiatan atau aktivitas tertentu, yang berpotensi menimbulkan kerugian.[2] Dalam menghadapi berbagai resiko perbankan tersebut, maka perbankan, termasuk perbankan syariah diwajibkan menerapkan manajemen resiko sebagai implementatif dari prinsip kehati-hatian sebagaimana diwajibkan oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.[3]

         B.  Identifikasi Masalah
      Didalam judul ini terlalu banyak masalah yang dapat diangkat, mulai dari permasalahan tentang bencana dalam konteks luas terhadap bank syariah maupun bencana alam. kualitas penerapan manajemen resiko serta kepatuhan terhadap ketentuan baik yang terkait dengan prinsip kehatia-hatian maupun kepatuhan terhadap prinsip syariah. Ini merupakan masalah-masalah yang mungkin terjadi pada Bank Syariah yang ada pada saat ini di Indonesia. Untuk itu penulis berusaha menganalisa manajemen resiko terhadap bank syariah dengan metode DRP yang dilihat dari efek bencana. 

          C.  Pembatasan Masalah dan Perumusan Masalah
            Proposal ini ditekankan pada penggunaan metode DRP (Disaster Recovery Plan) untuk menangani atau menanggulangi permasalah perbankan khususnya perbankan syariah dalam manajemen ketika terjadi bencana. Dan hal ini yang belum digunakan dalam manajemen resiko suatu bank syariah tentunya. Karena telah dijelaskan dalam prinsip kehati-hatian sebagaimana diwajibkan oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.[1] Berdasarkan judul yang diangkat penulis maka dalam panelitian ini penulis hanya akan membahas metode DRP yang digunakan pada bank syariah. Untuk mempermudah pemahaman maka akan dirumuskan sebagai berikut.
1.      Apakah DRP itu?
2.      Bagaimana bank syariah dalam memandang DRP?
3.      Apakah metode DRP sama dalam setiap bank syariah?
4.      Apakah DRP perlu dalam bank syariah?
          D.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
v  Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui DRP (Disaster Recovery Plan)
2.      Untuk mengetahui metode DRP pada bank 
3.      Untuk mengetahui apakah bank memiliki metode DRP
v  Manfaat Penelitian
Beberapa manfaaat penelitian ini meberikan kontribusi bagi berbagai pihak yang terkait diantaranya adalah:
v  Manfaat untuk penulis
Menambah wawasan keilmuan bagi penulis tentang DRP (Disaster Recovery Plan) dalam perbankan syariah atau  bank syariah.
v  Manfaaat untuk ilmu pengetahuan
Memberikan pemahaman dan gambaran terhadap (Disaster Recovery Plan) dalam manajemen resiko di bank syariah.
v  Manfaat untuk bank syariah
Membantu melakukan sosialisasi terhadap bank syariah dalam penggunaan metode DRP (Disaster Recovery Plan) guna menanggulangi bencana yang ada. Apalagi Indonesia yang berada pada daerah yang rawan bencana.

BAB II
ALAT, WAKTU & BIAYA
    A.    ALAT, BAHAN DAN BIAYA


    B.   BIAYA PEKERJA





       WAKTU PENGERJAAN
·         Waktu pemasangan & pengujian
11 Januari – 18 Januari 2018
·         Waktu uji coba
19 Januari – 21 Januari 2018

BAB III
MANAJEMEN RISIKO

3.1 Latar Belakang 

Teknologi informasi adalah teknologi terkait sarana computer, telekomunikasi dan sarana elektronis lain nya yang digunakan dalam pengolahan data keunangan dan atau pelayanan jasa perbankan.
Resiko Merupakan Dampak negatif yang diakibatkan oleh kelemahan (vulnerability). Manajemen resiko merupakan proses identifikasi resiko, mengkaji resiko, dan membuat tindakan untuk mengurangi resiko pada batasan yang dapat diterima.
Pada dasarnya, faktor resiko dalam suatu perencanaan sistem informasi, dapat diklasifikasikan ke dalam 4 kategori resiko, yaitu :

a. Catastrophic (Bencana)
b. Critical (Kritis)
c. Marginal (kecil)
d. Negligible (dapat diabaikan)


Adapun pengaruh atau dampak yang ditimbulkan terhadap suatu proyek sistem informasi dapat berpengaruh kepada a) nilai unjuk kerja dari sistem yang dikembangkan, b) biaya yang dikeluarkan oleh suatu organisasi yang mengembangkan teknologi informasi, c) dukungan pihak manajemen terhadap pengembangan teknologi informasi, dan d) skedul waktu penerapan pengembangan teknologi informasi.
Suatu resiko perlu didefinisikan dalam suatu pendekatan yang sistematis, sehingga pengaruh dari resiko yang timbul atas pengembangan teknologi informasi pada suatu organisasi dapat diantisipasi dan di identifikasi sebelumnya.
Mendefinisikan suatu resiko dalam pengembangan teknologi informasi pada suatu organisasi terkait *** dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle [SDLC]), dimana fase-fase penerapan SDLC dalam pengembangan teknologi informasi di spesifikasikan analisa resiko.
System Characterization adalah melakukan identifikasi batasan sistem yang ada, sehingga dapat dengan jelas melihat batasan fungsionalitas.


Batasan tersebut didapatkan dengan cara : Mengumpulkan informasi mengenai sistem yang berkaitan seperti
- Hardware
– Software
– System interface ( internal and external connectivity) 
– Data and Information
– Person who support and use the IT system.
–  System mission
– System and data critically.
– System and data sensitivity
– Functional Requirements Of IT system
– Users Of The system
– System security policies governing the IT system.
– System security Architecture
– Current Network Topology
-Information Storage Protection that safeguards system and data availability,integrity, confidentiality.
– Flow of Information
– Technical Control used for the IT system.
– Management Control used for the IT system

referensi :

https://erbelog.blogspot.co.id/2013/07/panduan-mengenai-disaster-recovery-plan.html

https://undebugable.wordpress.com/2012/10/07/incident-management-business-continuity-plan-bcp-dan-disaster-recovery-planning/

https://www.academia.edu/7360361/BAB_I_PENDAHULUAN_Disaster_Recovery_Plan_terhadap_Bank